Showing posts with label SuduT ReNungAn. Show all posts
Showing posts with label SuduT ReNungAn. Show all posts

Saturday, 4 February 2012

SaLAm Maulidur Rasul..

Selawat dan SaLam buatmu junjungan besar Nabi Muhammad SAW.. Allahummasholli'ala Muhammad wa'ala aalihi wasahbihi wassalam... 12 Rabiul Awwal muncul jua. Tarikh keramat yg sentiasa meruntun jiwa umat2mu Ya Rasullullah.. Kami rindu padamu. Kami kasih padamu.

    Sentiasa terngiang2 di fikiranku akan kisah dan detik2 terakhir kehidupanmu duhai Rasullullah, di saat Malaikat maut datang bertamu dan meminta izin utk mencabut nyawamu, di saat wajahmu yg kerisauan bertukar ceria tatkala sahabatmu Malaikat Jibril AS mengkhabarkan berita sesungguhnya Allah telah berfirman: "Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau (Muhammad) dan umatmu memasukinya terlebih dahulu", di saat nyawamu mula diambil, Jibril AS memalingkan mukanya kerana tidak sanggup memandang wajahmu yg sedang diambil nyawanya, tangisan di pintu luar rumahmu bersahutan, Fathimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali yg menunduk, kembali mendekatkan telinganya ke bibirmu yg semakin kebiruan dan " Ummatii, ummatii, ummatiii” . Wahai Rasulullah, semakin rindu kami kepadamu. Betapa cinta dirimu kepada kami umat2 mu.

Fathimah Az-Zahra` a.s. di masa-masa terakhir Kehidupan Rasulullah SAW
Di akhir-akhir umurnya Rasulullah SAW, Fathimah a.s. menatap wajah ayahnya yang bercahaya dan mengalirkan keringat dingin. Sambil menangis ia menatap ayahnya. Sang ayah tidak tega melihat putrinya menangis dan gelisah. Akhirnya sang ayah membisikkan sebuah ucapan di telinganya sehingga ia tenang dan tersenyum. Senyumnya pada masa-masa krisis seperti itu terlihat sangat aneh. Mereka bertanya kepadanya: “Rahasia apakah yang telah ia ucapkan?” Ia hanya menjawab: “Selama ayahku hidup aku akan bungkam seribu bahasa”. Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, ia membongkar rahasia itu. Fathimah a.s. berkata: “Ayahku mengatakan kepadaku bahwa engkau adalah orang pertama dari Ahlul Baitku yang akan menyusulku. Oleh karena itu, aku bahagia”.

Terima kasih Duhai Kekasih ALLAH ..Syafaatkan kami Ya Rasulullah.


~~ Nukilan dari Cik Wa dengan sedikit rujukan dari Blog Para Pencinta Rasulullah ~~

Monday, 22 August 2011

~~SaLaM 10 terAkhir Ramadhan~~

sALam RamadHan dr Cik Wa buat semua viewer Cik Wa's ChOice..

pertamAnya, Cik Wa mohon maaf sebab lama rasenya tak update blOg..sempenA RamadhAn yg mulia ini, keje2 menjahit Cik Wa agak lembap sikit kerana agak bz menjalankan tanggung jawab sebagai mu'alimah dan juga sbg hamba ALLAH SWT.. rugi rasenya kalau terlepas melakukan ibadah yg ganjarannya beramaL 1 malam menyamai 1000 bulan beribadah.. InsyaALLAH, Cik Wa akan cuba menyiapkan secepat yg boleh order2 yg ada after RamadhAn ni ok.. =)

Sukanye Cik Wa nak share sedikit ilmu tentang keindahan 10 terakhir Ramadhan ini :

Dalam hadis Rasulullah s.a.w. menyebut,

Maksudnya: "Rasulullah bersungguh-sungguh beribadah pada 10 akhir bulan Ramadhan lebih daripada yang lainnya"

Rasulullah s.a.w. melakukan ibadah pada malam itu bukan hanya setakat baginda sahaja tetapi baginda menyuruh ahli keluarga bangun bersama beribadah. Kata Aisyah r.a.
Maksudnya:
"Nabi s.a.w. apabila masuk 10 akhir bulan Ramadhan baginda mengikat kainnya. Menghidupkan malam dengan beribadah dan membangunkan keluarganya untuk sama-sama beribadah. Mengikat kainnya bermaksud bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah."



Tanda malam Lailatul qadar


Para alim ulamak r.h. menyebutkan beberapa tanda atau alamat berhubung dengan malam Lailatulqadar:

- Ada yang berkata orang yang menemui malam Lailatulqadar ia melihat nur yang terang benderang di segenap tempat hingga di segala cerok yang gelap gelita.
- Ada pula yang berkata ia mendengar ucapan salam dan kata-kata yang lain dari Malaikat.
- Ada juga yang berkata ia melihat segala benda termasuk pohon-pohon kayu rebah sujud.
- Ada pula yang berkata doa permohonannya makbul.


Imam Tabari r.h. memilih kaul yang menegaskan bahawa semuanya itu tidak lazim dan tidak semestinya ia dapat melihatnya kerana tidak disyaratkan melihat sesuatu atau mendengarnya untuk menemui malam Lailatulqadar.

Moralnya : Kita lakukan lah ibadah kepada Allah pada setiap masa tidak kira malam apa pun. Jika takdirnya kita menemui, itu rahmat Allah kepada kita.

Petikan dari >> http://halaqah.net/